Masuk

Perkuat Jejaring Literasi, Perpustakaan SMKN 1 Dukuhturi Terima Kunjungan SMKN 2 Slawi dan Perpusda Kabupaten Tegal

Temukan berbagai informasi dan layanan yang kami hadirkan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi Anda.

Pencarian berdasarkan :

ATAU COBA
Pencarian Spesifik

SMKN 1 Dukuhturi terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pengelolaan perpustakaan dan budaya literasi sekolah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan benchmarking, pendampingan, dan penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan serta perpustakaan daerah.

Setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan studi banding ke sejumlah perpustakaan sekolah dan perpustakaan daerah, SMKN 1 Dukuhturi kembali menerima kunjungan dari SMKN 2 Slawi dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Tegal. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengembangan perpustakaan sekolah, khususnya dalam mempersiapkan akreditasi perpustakaan sekaligus membangun budaya kolaborasi antarlembaga.

Kegiatan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Pertemuan tidak sekadar menjadi ajang kunjungan, tetapi berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman, knowledge sharing, dan diskusi mengenai strategi pengelolaan perpustakaan yang efektif, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan pemustaka.

 

Perpusda Kabupaten Tegal Berikan Pendampingan Persiapan Akreditasi

Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah pendampingan dari Perpusda Kabupaten Tegal kepada Perpustakaan SMKN 1 Dukuhturi dalam mempersiapkan proses akreditasi.

Pendampingan diarahkan pada berbagai aspek yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan perpustakaan sekolah, mulai dari penguatan administrasi, pengelolaan koleksi, pelayanan perpustakaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga dokumentasi kegiatan.

Pendampingan ini menjadi langkah strategis bagi SMKN 1 Dukuhturi untuk memastikan setiap program dan kegiatan perpustakaan tidak hanya berjalan secara activity-based, tetapi juga memiliki sistem, bukti dokumentasi, serta performance indicators yang jelas.

Melalui proses tersebut, perpustakaan didorong untuk membangun evidence-based library management, yaitu pengelolaan perpustakaan yang didukung oleh data, dokumen, dan bukti kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Akreditasi bukan sekadar mengejar nilai, tetapi menjadi momentum untuk membangun sistem perpustakaan yang lebih tertata, profesional, dan berkelanjutan.”

Pendampingan Perpusda juga menjadi kesempatan bagi tim perpustakaan SMKN 1 Dukuhturi untuk melakukan self-assessment, mengidentifikasi gap antara kondisi saat ini dengan standar yang dipersyaratkan, serta menyusun langkah perbaikan secara lebih terarah.

 

SMKN 2 Slawi Lakukan Studi Banding

Pada kesempatan yang sama, SMKN 2 Slawi melakukan kunjungan studi banding ke SMKN 1 Dukuhturi. Kegiatan ini menjadi sarana untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan praktik pengelolaan perpustakaan yang telah dikembangkan.

Dalam kegiatan benchmarking tersebut, kedua sekolah saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan perpustakaan, pelayanan pemustaka, program literasi, pemanfaatan teknologi informasi, promosi perpustakaan, hingga strategi membangun keterlibatan warga sekolah.

Studi banding tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan observasi, tetapi menghasilkan best practices yang dapat diadaptasi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Bagi SMKN 1 Dukuhturi, kunjungan SMKN 2 Slawi juga menjadi refleksi bahwa perpustakaan sekolah saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku. Perpustakaan telah berkembang menjadi learning resource center yang mendukung proses pembelajaran, pengembangan literasi informasi, serta kreativitas peserta didik.

 

Membangun Collaborative Library Ecosystem

Kolaborasi antara SMKN 1 Dukuhturi, SMKN 2 Slawi, dan Perpusda Kabupaten Tegal menunjukkan pentingnya membangun collaborative library ecosystem dalam pengembangan perpustakaan sekolah.

Melalui jejaring tersebut, setiap lembaga dapat saling berbagi sumber daya, pengetahuan, pengalaman, inovasi, dan strategi pengembangan layanan.

Bagi perpustakaan sekolah, kolaborasi juga membuka peluang untuk mengembangkan berbagai bentuk layanan, seperti resource sharing, cross-library service, pengembangan koleksi, kegiatan literasi bersama, peningkatan kompetensi pengelola perpustakaan, serta pengembangan program berbasis kebutuhan pemustaka.

Konsep tersebut sejalan dengan transformasi perpustakaan modern yang menempatkan user experience (UX) sebagai salah satu perhatian utama. Perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang mudah, nyaman, relevan, dan menarik bagi peserta didik.

 

Dari Studi Banding Menuju Aksi Nyata

Kegiatan kunjungan ini menjadi kelanjutan dari komitmen SMKN 1 Dukuhturi untuk melakukan continuous improvement dalam pengelolaan perpustakaan.

Studi banding yang telah dilakukan sebelumnya menjadi sumber inspirasi, sementara kunjungan dari lembaga mitra menjadi ruang untuk mendapatkan feedback, validasi, dan perspektif baru terhadap berbagai program yang sedang dikembangkan.

Dengan demikian, kegiatan tersebut membentuk sebuah siklus pengembangan:

Benchmarking → Knowledge Sharing → Collaboration → Improvement → Evaluation

Siklus tersebut diharapkan mampu mendorong Perpustakaan SMKN 1 Dukuhturi menjadi perpustakaan sekolah yang semakin profesional, inklusif, adaptif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pemustaka.

 

Menjadikan Akreditasi sebagai Momentum Transformasi

Persiapan akreditasi pada akhirnya bukan hanya tentang memenuhi instrumen penilaian. Lebih jauh, akreditasi menjadi momentum transformasi untuk membangun tata kelola perpustakaan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

SMKN 1 Dukuhturi berkomitmen menjadikan proses tersebut sebagai bagian dari perjalanan untuk menghadirkan perpustakaan yang mampu mendukung student learning, information literacy, dan pengembangan budaya membaca di lingkungan sekolah.

Kolaborasi dengan Perpusda Kabupaten Tegal melalui pendampingan akreditasi serta kunjungan studi banding dari SMKN 2 Slawi menjadi langkah penting dalam perjalanan tersebut.